Feeds:
Pos
Komentar

Mengenang Pahlawan

PERANAN AGAMA DALAM MENUMBUHKEMBANGKAN PATRIOTISME  

A.          Latar belakang

 “Hubbul Wathan Minal Iman”. Mencintai tanah air adalah sebagian dari iman (Al-Hadits). Hadits tersebut menunjukkan betapa pentingnya hubbul wathan atau cinta tanah air. Disamping itu, sabda Rasul tersebut sebagai bentuk ajakan dan perintah Rasulullah SAW, agar setiap orang memiliki semangat patriotisme dan nasionalisme yang tinggi pada bangsa dan negara. Jauh sebelum negara Indonesia lahir, 14 abad silam Islam telah terlebih dahulu menanamkan nilai-nilai kecintaan terhadap bangsa dan Negara, bahkan menganjurkan umat Islam untuk mencintainya sebagaimana yang di sabdakan Rasulullah Muhammad SAW. Tercatat dalam sejarah Islam, bagaimana Rasulullah SAW dan para sahabatnya berjuang membela agama dan bangsanya dari penjajahan dan hinaan bangsa dan agama lain. Manifestasi kecintaan Rasulullah SAW beliau contohkan kepada sahabatnya dengan terjun langsung ke medan perang untuk membela dan mempertahan negara dan agamanya. Itulah sebabnya mengapa kita selaku muslim dan khususnya para pemuda dan pelajar  diharuskan memiliki semangat patriotisme, nasionalisme dan kepahlawanan (heroisme). Semangat tersebut dalam Islam dapat disamakan dengan semangat jihad. Bedanya, semangat kepahlawanan adalah semangat untuk membela tanah air sedangkan semangat jihad adalah semangat untuk membela agama ALLAH. Di era globalisasi yang ditandai dengan pesatnya tekhnologi dan informasi saat ini, nilai – nilai patriotisme, nasionalisme dan heroisme pada pelajar / pemuda sudah mulai redup. Mereka menganggap bahwa semangat nilai-nilai tersebut tidak diperlukan lagi karena saat ini Indonesia telah merdeka. Untuk menjaga keutuhan NKRI sudah ada aparatur negara (TNI, POLRI, dll) yang memiliki tugas dan tanggungjawab membelanya. Padahal anggapan mereka itu adalah salah besar. Karena keterbatasan personil aparatur negara tidak akan sanggup menjaga, dan mempertahankan NKRI yang geografisnya sangat luas. Peran serta seluruh rakyat Indonesia sangat diperlukan untuk mempertahankan NKRI dari rongrongan penjajahan yang masih membayangi kehidupan bangsa Indonesia. Penjajahan sekarang tidaklah seperti dulu, mengangkat senjata maju ke medang perang. Tapi penjajahan abad modern ini lebih canggih dan terorganisir rapi dibanding penjajahan puluhan tahun silam. Penguasaan sumberdaya alam oleh pihak asing, besarnya intervensi asing terhadap Indonesia, dan sejenisnya adalah sebagian bentuk kolonialisme modern. Lanjut Baca »

e-mading

E-Mading (Elektronik Majalah dinding),

Wahana penyampaian informasi dan kreasi siswa 

Oleh : Iman Sofyani 

Abstrak : Upaya-upaya untuk meningkatkan minat baca telah sering dilakukan dengan berbagai cara mulai dengan himbauan yang disampaikan pada seminar dan forum diskusi hingga pembentukan lembaga yang khusus mendongkrak minat baca. Upaya lain dengan pemenuhan bahan bacaan dan sarana perpustakaan, tetap saja belum dapat meningkatkan minat baca siswa. Kesibukan siswa dan ketersedian waktu yang terbatas untuk membaca menjadi alasan lain lemahnya kemampuan membaca. Solusi alternative untuk membiasakan siswa untuk membaca adalah menarik perhatian siswa melalui media E-Mading, majalah dinding multi media, yang diisi dengan informasi, hasil karya, berita dan sajian audio-visual.

Kata kunci : minat baca, solusi alternatif,  majalah dinding elektronik.  Lanjut Baca »